Kemarin aku cuma punya duit 1500. Niat hati mau beli ***mie goreng kesukaanku.. Eh tau-tau ada paman mie ayam lewat.
Aku pikir.. Daripada makan ***mie yang banyak pengawetnya,
Mending aku beli mie ayam.. Walaupun ngutang.
Begitu ceritaku, bagaimana ceritamu? (Ewi)
Aku tak punya duit, pengen sekali makan mie, tapi bukan sekedar ***Mie.
Mie ayam yang kusuka. Tapi sayang, uang tinggal seribu :(
tak diduga, sahabatku Ewi datang, tak cuma bawa ***mie,
Tapi juga baaw mie ayam. Begitu ceritaku,
Bagiamana cerita part 2 mu? hihi
Emmm dah lama ya kita gak ketemu, kapan ke sini? Tar aku ikut kamu ke Pringsewu :)
Kapan kita tumpahkan cerita lagi? Dengan waktu yang tentu kuingin lebih lama dari waktu itu..
Tentang gimana rencana hidupku ke depan, yang kamu bilang menyenangkan.
5an tentang rencana hidupmu ke depan. Yang kamu sendiri tak yakin.
Hihi, mengingat itu sekarang. Buatku bertambah kangen padamu,
Ingin kukabarkan segera, ternyata apa yang kurencanakan sedikit kacau kini.
-ni bagian ceritaku, selain cerita makan kita :D Bagaimana denganmu kini?
Aku menunggumu segera, di sini.. Dengan waktu yang kau punya, dan waktu yang kusisihkan :)
*Nostalgia jumpa pertama
Saat kurasa sesuatu, aku hanya butuh waktu. Hingga aku punya cara untuk memaparnya dalam kata..
Inspiration
Melihatnya, buatku mampu memakna n merasa..
Darinya pula, aku lebih mampu belajar segalanya. Tanpa dia harus bertanya, mengapa?
Darinya pula, aku lebih mampu belajar segalanya. Tanpa dia harus bertanya, mengapa?
Sabtu, 18 Juni 2011
Jumat, 03 Juni 2011
Bersyukur :) *Curhat pasca wisuda
Saat anda merasa seperti yang pernah saya rasakan, ada baiknya saran saya jadi pertimbangan. Syukuri apa yang ada, tanpa menuntut melebihi kemampuan. Setidaknya, itu bisa buatmu lebih berdamai dengan kehidupan, berdamai dengan hati, dan berdamai dengan ego ^^
Sesaat setelah selesai mengurusi syarat wisuda S1 FKIP IPS PPKn Unila. perasaan sebagai pengangguran menyelinap tanpa diminta. Ya, satu hari saja dirumah, rasanya benar-benar menjadi pengangguran. Berbeda saat masa perkuliahan, yang kuliah pun tak penuh setiap hari, terkadang ada waktu 2 hari dalam seminggu di rumah, meskipun punya kesibukan berorganisasi juga. Tapi toh yang dirasa biasa saja. Berbeda saat tinggal menunggu prosesi wisuda..
Saat dimana rasakan resah, mau dibawa kemana hidup setelah ini..(Wisuda),haha Gak kebayang sebelumnya, cari kerja ternyata susah...uft, sempat dibuat "gila" karenanya. Ternyata teman, wisuda cepet, IPK bagus, sampai tersemat gelar Cum Laude sekalipun. Tak terlalu banyak membantu di dunia kerja. Lamaran jadi pendidik yang sudah kusebar dari jenjang pendidikan TK hingga SMA, belum juga menunjukkan keberpihakkan..
Bisa dibilang, cukup berkarat aku menunggu panggilan. Yah, padahal perjuangan hidup sebenarnya baru dimulai, tapi jujur, aku sempat didera keputusasaan waktu itu..
;;;;;;;; Berkisar 1 bulan pasca wisuda, mungkin skill yang gak seberapa juga ini, sewaktu jadi organisatoris, perlu dipakai juga..hehe.. (maklum, berorganisasi juga gak serius2 amat)..
Yaups, akhirnya :) Mungkin ini jalan yang dikasih Tuhan, yang setidaknya terbaik untuk saat ini. Mana pernah menyangka, pengennya jadi pendidik, berpakaian feminin, mengajar didepan kelas, bersosialisasi dengan anak murid yang pastinya menyenangkan.
Yang terjadi, jadi seorang jurnalis, di media yang juga belum terlalu besar :D Ya Alloh, tapi ya sudahlah, toh buktinya aku mampu jalani, meski baru seumur jagung, setidaknya aku bangga. Tak lagi menyusahkan orangtua dari sisi biaya hidup :) Ini sudah luar biasa buat ukuranku.
Ya, untuk apa yang sekarang kujalani, syukuri saja yang ada. Dengan tetap memperjuangkan apa yang sebenarnya dicita. Toh nasib dan takdir siapa yang tau. Sekarang di sini, esok atau entah kapan.. Bisa jadi aku sudah di depan kelas, sebagai pengajar, atau bahkan duduk dilegislatif. Setelah memberanikan diri terjun di politik praktis.. Siapa yang tau :)
Hanya dengan usaha dan doa, sembari pasrah.. Segala sesuatunya tentu dibuat lebih baik menurut ketentuan-Nya, bukan ketentuanku, dan juga ketentuan lainnya.. ^^
Kini, 3 bulan pasca aku dikukuhkan jadi sarjana, tiba giliran teman-temanku seangkatan menyusul (Ya, Civic Education 07, periode juni ini. Sebagian besar diwisuda).. Tanpa mereka perlu tau, ada haru di sini, senang dengan ramenya angkatanku wisuda periode ini. Tentu ini membahagiakan, kalian tau, aku kesepian saat di GSG 15 maret lalu, tanpa 1 temanpun dari kelas yang sama :( Kini, kalian, terlihat begitu kompak.. Aku seperti penonton di pinggir lapangan, yang pada waktunya nanti, menunggui kalian diluar gedung, membawa berpuluh2 bunga untuk kalian :)Atau mengunjungi kalian satu persatu,,,hehe
Ya,setelah itu, Perjuangan hidup yang sebenar-benarnya menanti kalian, mudah2an tak merasa seperti yang kurasa kala itu..hehe..
Jikalau merasa, tak harus seberat dan sesulit yang aku rasa dulu.. :))
Sesaat setelah selesai mengurusi syarat wisuda S1 FKIP IPS PPKn Unila. perasaan sebagai pengangguran menyelinap tanpa diminta. Ya, satu hari saja dirumah, rasanya benar-benar menjadi pengangguran. Berbeda saat masa perkuliahan, yang kuliah pun tak penuh setiap hari, terkadang ada waktu 2 hari dalam seminggu di rumah, meskipun punya kesibukan berorganisasi juga. Tapi toh yang dirasa biasa saja. Berbeda saat tinggal menunggu prosesi wisuda..
Saat dimana rasakan resah, mau dibawa kemana hidup setelah ini..(Wisuda),haha Gak kebayang sebelumnya, cari kerja ternyata susah...uft, sempat dibuat "gila" karenanya. Ternyata teman, wisuda cepet, IPK bagus, sampai tersemat gelar Cum Laude sekalipun. Tak terlalu banyak membantu di dunia kerja. Lamaran jadi pendidik yang sudah kusebar dari jenjang pendidikan TK hingga SMA, belum juga menunjukkan keberpihakkan..
Bisa dibilang, cukup berkarat aku menunggu panggilan. Yah, padahal perjuangan hidup sebenarnya baru dimulai, tapi jujur, aku sempat didera keputusasaan waktu itu..
;;;;;;;; Berkisar 1 bulan pasca wisuda, mungkin skill yang gak seberapa juga ini, sewaktu jadi organisatoris, perlu dipakai juga..hehe.. (maklum, berorganisasi juga gak serius2 amat)..
Yaups, akhirnya :) Mungkin ini jalan yang dikasih Tuhan, yang setidaknya terbaik untuk saat ini. Mana pernah menyangka, pengennya jadi pendidik, berpakaian feminin, mengajar didepan kelas, bersosialisasi dengan anak murid yang pastinya menyenangkan.
Yang terjadi, jadi seorang jurnalis, di media yang juga belum terlalu besar :D Ya Alloh, tapi ya sudahlah, toh buktinya aku mampu jalani, meski baru seumur jagung, setidaknya aku bangga. Tak lagi menyusahkan orangtua dari sisi biaya hidup :) Ini sudah luar biasa buat ukuranku.
Ya, untuk apa yang sekarang kujalani, syukuri saja yang ada. Dengan tetap memperjuangkan apa yang sebenarnya dicita. Toh nasib dan takdir siapa yang tau. Sekarang di sini, esok atau entah kapan.. Bisa jadi aku sudah di depan kelas, sebagai pengajar, atau bahkan duduk dilegislatif. Setelah memberanikan diri terjun di politik praktis.. Siapa yang tau :)
Hanya dengan usaha dan doa, sembari pasrah.. Segala sesuatunya tentu dibuat lebih baik menurut ketentuan-Nya, bukan ketentuanku, dan juga ketentuan lainnya.. ^^
Kini, 3 bulan pasca aku dikukuhkan jadi sarjana, tiba giliran teman-temanku seangkatan menyusul (Ya, Civic Education 07, periode juni ini. Sebagian besar diwisuda).. Tanpa mereka perlu tau, ada haru di sini, senang dengan ramenya angkatanku wisuda periode ini. Tentu ini membahagiakan, kalian tau, aku kesepian saat di GSG 15 maret lalu, tanpa 1 temanpun dari kelas yang sama :( Kini, kalian, terlihat begitu kompak.. Aku seperti penonton di pinggir lapangan, yang pada waktunya nanti, menunggui kalian diluar gedung, membawa berpuluh2 bunga untuk kalian :)Atau mengunjungi kalian satu persatu,,,hehe
Ya,setelah itu, Perjuangan hidup yang sebenar-benarnya menanti kalian, mudah2an tak merasa seperti yang kurasa kala itu..hehe..
Jikalau merasa, tak harus seberat dan sesulit yang aku rasa dulu.. :))
Kepergian
Hembus nafas menampar sepi
Setelahnya kembali sunyi
Seperti tertakdir menjadi penguasa
Sejak jejaknya menghilang
Jiwa yang tertinggal,
kehilangan bayang
Terkurung dalam moksa
Mungkin yang dirasa lebih abadi
Menunggu penghujung waktu
Berharap sedikit kejutan
Setelah adanya pisah
Bandarlampung, Januari 2010
Setelahnya kembali sunyi
Seperti tertakdir menjadi penguasa
Sejak jejaknya menghilang
Jiwa yang tertinggal,
kehilangan bayang
Terkurung dalam moksa
Mungkin yang dirasa lebih abadi
Menunggu penghujung waktu
Berharap sedikit kejutan
Setelah adanya pisah
Bandarlampung, Januari 2010
Langganan:
Komentar (Atom)